Ayo, ikutan lomba puisi online dalam rangka memeriahkan valentine day. Ada hadiahnya lho ! Caranya klik aja judul "Lomba Puisi" trus kamu bisa nulis di situ. Satu orang peserta boleh nulis lebih dari satu puisi. Dilarang keras mencontek/menyadur puisi orang lain. Pengumuman pemenang akan diumumkan kemudian. Ada pembedaan kategori lomba untuk siswa SMP dan SMA. Panitia lomba adalah Pengurus BES SMA Krista Mitra. Lomba hanya diperuntukkan untuk siswa sekolah Krista Mitra. Cara ikutan lomba ini klik "Lomba Puisi" kemudian klik "post a comment" dan berikan tanda check pada "Name/URL" kemudian isi Name dengan nama kamu. Kemudian klik "Publish Your Comment".
Tuesday, February 12, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
15 comments:
MATAHARI TAK PERNAH SENDIRI
Aku telah menemukanmu...
Saat aku bergelut dengan waktu untuk melupakan masa lalu
Damai yang ku rasakan denganmu adalah kebebasan
Cinta yang ku rajut denganmu adalah kebahagiaan
Jikalau di dinding hatiku tergantung lukisan rindu
Engkaulah yang telah memajangnya
Aku patut berterimakasih padamu
Sebab engkau yang menancapkan keyakinan
Dalam keputusasaanku...
” Matahari tak pernah sendiri ”
Kalimat itulah yang selalu ku simpulkan
Oleh sebab hadirmu dalam pengembaraan ini
Semoga kaulah tongkat yang menuntun langkahku
Hingga akhirnya pemaknaan cinta yang ku cari
Ku temui dalam sebuah kesejatian
Aku patut bersyukur atas hadirmu
Yang sederhana dan tak terduga...
KAU MASIH DI SISIKU
Ketika bulan tak lagi indah bagimu
Masih ada bintang untuk kau sapa
Sinarnya tak kan redup
Terangi malammu...
Di bumi ini bukan hanya burung
Yang bisa bersiul dan bernyanyi
Hati insan yang mencintai
Selalu bersenandung menari
Mata ku pejamkan, dada terasa sesak
Ku tarik nafas penuhi rongga dada
Penuh dan semakin sesak
Hati kecilku berteriak
Perih...
Ku buka mata, kau masih di sisiku
Temani di nafas terakhirku
Coba selamatkan hidupku lewat senyum hangat itu
Senyum yang selalu kau persembahkan untukku
Semangatmu hidupkan kembali
Hilangkan sesak nan perih
Kau tetap tersenyum...
Saat ku pejamkan mata untuk selamanya...
UKIRAN CINTA
Relung jiwa ini menguntai untukmu
Berhiaskan mimpi indah
Tersurat berkat pena yang menari
Karena nyanyian hati kecil
Berbait ceria dibalut khayal
Berbaris kasih sayang, bertahtakan cinta
Hanya ungkapan hati
Tersembunyi dalam keterbatasanku
Biarlah aku jadi pelita
Terangi hidupmu lewat doa
Agar canda bersemi di harimu
Dan dalam duniamu
Aku adalah malaikat pelindungimu
Ingin menelusup hatimu
Hanya tak berani...
Padamu...
Pesona jiwaku...
Aku ada kalau kau tersenyum
Aku dampingi saat kau bersedih
Aku ingin tetap jadi langitmu
ANGAN
Dalam remangnya senja
Ku peluk bayangmu
Ku cumbui kesepianku
Aku bercerita tentang kesendirianku pada angin
Tangis kerinduanku
Yang tak dapat kau dengar
Ku katakan pada senja,
Aku mencintaimu
Dia diam, sunyi
Aku tak mengenalmu
Hanya wajahmu terukir di hati
Dapatkah kita merajut tali kasih ?
Andai waktu dapat berhenti
Aku ingin senja ini menemani kita berdua
Bicara pada mata kita
Dan biarkan angin yang berkata
Anganku biarlah berlalu
Diterpa angin senja
Yang membawa bayangmu
MAAFKAN AKU BILA TAK KEMBALI
Kau duduk sendiri
Tak seorangpun menemani
Ingin ku datang menghampiri
Sampai kau tatap aku lagi
Memegang tanganku dan menangis
Membuat hatiku seakan teriris
Kau ucap, jangan pergi peri kecilku
Temani aku dengan senyummu
Temani aku dengan cahayamu
Karena dalam hidupku
Ditemani seorang malaikat kalbu
Tapi...
Kau terlalu baik untukku
Kau terlalu sempurna untukku
Maka, untukmu teman di taman hati
Bahagialah selalu dalam hidupmu ini
Ku ingin suatu kali nanti
Kau lupakan aku di sini
Karna, ku tak punya apa yang dia punya
Ku tak punya kharisma yang dia punya
Aku selalu berjanji
Tak kan pernah lupakan ini
Wajahmu, sifatmu, dan senyummu
Semoga kini kau jadi insan mandiri
Yang terutama lagi, bahagia tanpa hadirku kembali
Semoga dengan pengorbanan ini
Kau akan semakin mengerti
KERELAAN adalah SIMBOL CINTA SEJATI
Maka, ku katakan dengan ikhlas hati
Sayang, ku akan pergi
Maafkan aku bila tak kembali
PERPISAHAN
Sebait puisi menyertai pamitmu
Separuh hait kau tinggalkan di sini
Goyah kakiku mengejar bayangmu
Terhempas ku di sini
Dengan beribu kenangan tentangmu
Kau tinggalkan cinta di sudut malam
Setelah cinta membuatmu bahagia
Dan tak kembali di awal lagi
Senja...
Akankah kau bawa malam sunyi ?
Berarak menghampiriku
Wahai bintang...
Masih layakkah ku titipkan rinduku padamu ?
Sedang dia tak lagi milikku
Mampukah ku tinggalkan cinta di ujung malam ?
Dan pergi beranjak menyongsong sang pagi
Tertunduk atau tengadahkah harus ku pandangi sang surya ?
Sedang cerminan diriku tak lagi ku kenali
Mungkin aku belum mampu melupakannya
Masih bolehkah ku simpan
Memori indah cintamu di hatiku ?
Hanya sekedar mengenangmu
Setelah kau benar-benar meninggalkanku
Sampai ku kenali kembali diriku
Seperti sebelum ku mengenalmu
SELAMAT JALAN SOBAT
Yang tertinggal hanya bayangmu
Bersemayam di sudut khayalku
Di iringi desah sisa suaramu
Menangis tersedu, merindu
Ku tahu kau tak kan kembali
Mengukir kisah abadi
Merajuk anyaman mimpi
Temukan satu cinta suci
Andai ku tahu kemana langkahmu
Kan ku selami setiap tapakmu
Hingga tak sedetikpun kau menjauh
Dan terhanyut, lelap
Sobat,
Semoga wangi surgawi kau dapati
Menghapus noda dunia
Terhanyut pesona nirwana
Dan terlelap dalam pusara
Bawa Pergi Gelar MANTAN mu!
Setiap orang dengar namaku
Kamulah yang di benak mereka
Semua orang buta akan kesempurnaan
Mereka tak tahu, aku tak suka!!
Harus kuakui, aku patut berterima kasih
Kesempurnaanmu menjunjungku tinggi
Tapi aku lelah, ku tak temukan bahagia!!
Biarkan aku jadi pribadiku
Tanpa kau masa laluku
Ku ingin raih bahagiaku
Sendiri..
Sudut Senyum
Dari sudut ini kupandang
Tiada lelah, terus kuamati
Dalam memori mulai kucatat
Aku cuma tersenyum mendapatinya
Sebuah anugrah bila dapat ku mengenalnya
Bayangnya sudah akrab dalam imajiku
Lagi-lagi kuharus tersenyum
Aku terpesona padanya
Sejak ada di sini
Dari sudut senyum ini
Atas Nama Sahabat
Sahabat paling setia
Mungkin itu kamu,
kamu yang dulu
Satu pinta terakhirku
Atas nama sahabat
Tolong berhenti!
Aku lelah dikhianati!
Pilih jalan hidupmu sendiri!
Demi suatu persahabatan
yang telah ternodai
Aku Cuma Ingin Senyummu
Kau bukan yang pertama
Tapi kau beri pesona
Citra indah oleh bias kasihmu
Ruang cinta di hatiku
telah tertulis untukmu
Sejuta rindu mengepungku
Bisik sayangmu getarkan kalbu
Kisah kita jadi indah karena kau bersamaku
Senyummu seberkas anugrah untukku
Biarkan aku bahagia
Aku cuma ingin senyum manismu
Ini cuma sebuah kejujuran
Tanpa kau sadari selama ini
Aku memandangmu dari sudut imajiku
Ini cuma sebuah kejujuran
Terucap namamu dalam setiap doaku
Meski ku tak pernah tahu hatimu
Ini cuma sebuah kejujuran
Aku ingin kau mencintaiku
Seperti cintaku kepadamu
Ini cuma sebuah kejujuran
Aku menutupinya dengan kata ketulusan
Tapi sakit, hatiku terluka
Ini cuma sebuah kejujuran
Ya, cuma sebuah kejujuran
Yang mungkin tak kan kau hiraukan
Karena mungkin kau tak kan pernah tahu
Aku lah yang mencintaimu
(ini ditulis saat jam pelajaran di sekolah tercinta, Krista Mitra, beberapa tahun yang lalu..)
Cepat!
Pulang,
Aku ingin cepat pulang
Ganti semua yang terjadi hari ini
Aku ingin detik berjalan lebih cepat lagi
Mungkin aku ingin lari dari kenyataan ini!
Aku tak ingin saat ini
Cepat ganti!!
Ketika semua orang mulai pergi dari hidupQ
Ketika semua orang mulai bosan denganQ
Hanya Kau yang mau terus ada disisiQ untuk mengisi hariQ
Aq tau kalau hubungan ini tak akan berjalan semulus bjalan dijalan yang rata..
Aq tau kalau akan banyak orang yang tidak setuju dungan hubungan ini..
Aq pun tau kelak aq harus mengorbankan semuanya untuk hub ini..
Tapi yang terpenting bagiQ..
Kau akan selalu menemaniQ melewati jalan yang tdk mulus bahkan orang2 yang tidak setuju..
I Love U..
Puisi kalian memang bagus..tetapi alangkah baiknya ada peremajaan dan perimaan yang baik pula...klo saya jadi guru bahasa indo kalian..ini memang apresiasi yang bagus cuma coba lebih jangan bertele2...cari ide yang brilian...hehehe...liat juga dari sisi pria ataupun wanita...pikirkan lebih dalam...Good job guys
Post a Comment